Kintamani

Hasil gambar untuk kintamaniUntuk mencapai kawasan ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Kawasan wisata Kintamani berada pada ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut, berada di wilayah Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli yang berjarak sekitar 67 km kearah timur laut dari ibukota Denpasar. Bagi wisatawan yang berkunjung kesana hanya dikenakan tiket sebesar Rp. 10.000/org untuk wisatawan domestik.

Berdasarkan Prasasti Sukawana, Kintamani mempunyai asal-usul nama yang berasal dari “Cintamani“, di mana terdapat tempat pertapaan dan tempat sejenis asram (yoga) yang digunakan oleh para pertapa dan biksu, seperti Siwakangsita, Siwanirmala, dan Siwapradjna.
Ada beberapa yang mengartikan bahwa Kintamani berasal dari “Cintamani“, yang terdiri dari dua kata yaitu “Cinta” yang bermakna kasih sayang dan “Mani / Manah” yang artinya pikiran atau perasaan. Jadi Kintamani dapat diartikan sebagai tempat untuk menciptakan pikiran dan perasaan menjadi senang, dan penuh kasih sayang.

Kintamani merupakan kawasan wisata alam yang menyajikan panorama alam yang mempesona. Panorama tersebut adalah Danau Batur yang berdampingan dengan Gunung Batur. Di kawasan wisata ini juga terdapat beberapa rumah makan atau restauran, yang pada umumnya para wisatawan makan siang sambil menikmati indahnya panorama danau dan gunung Batur.

Gunung Batur yang mempunyai ketinggian 1.717 meter dari permukaan laut merupakan gunung berapi yang masih aktif. Gunung ini pernah mengalami letusan dahsyat, yang oleh masyarakat Bali disebut dengan istilah Gejor Bali, terjadi pada tahun 1917 yang menelan korban meninggal mencapai sekitar 1.000 orang dan menghancurkan sekitar 2.500 tempat persembahyangan termasuk Pura Ulun Danu Batur yang berada dekat di sekitar gunung tersebut. (saat ini pura Ulun Danu Batur sudah direnovasi).
Sedangkan Danau Batur adalah danau terbesar di pulau Bali dengan luas sekitar 16 km2 dan mempunyai kedalaman 65 – 70 meter serta menjadikan salah satu sumber mata air utama bagi masyarakat Bali.
Selain itu, kawasan kintamani juga memiliki beberapa obyek wisata seperti Air Panas Toya Bungkah dan Wisata Desa Trunyan. Untuk mengunjungi obyek wisata kolam air panas Toya Bungkah, wisatawan dapat menuruni jalan yang berkelok menuju punggir danau. Dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dari jalan utama kintamani. Sedangkan untuk menuju Desa Trunyan yang berada di seberang danau Batur, wisatawan disarankan untuk menyewa boat, karena hanya dengan transportasi inilah yang dapat mengakses Desa Trunyan. Desa Trunyan memiliki budaya yang sedikit berbeda dengan desa desa di Bali. Untuk lebih jelasnya, kami akan bahas Desa Trunyan secara khusus pada tulisan berikutnya.

Sesaat sebelum mencapai obyek wisata ini, terdapat beberapa tempat agrowisata. Di Agrowisata tersebut, wisatawan diajak untuk mengenal lebih dekat beberapa tanaman perkebunan di daerah tersebut, seperti vanili, cengkeh, coklat, salak, kopi, dll, sampai yang paling populer adalah kopi luwak. Selain itu, yang lebih menarik lagi, wisatawan diberi kesempatan untuk menikmati tester ( Free Tester ) beberapa hasil perkebunan yang diolah menjadi produk produk yang memiliki nilai ekonomis sambil menikmati sejuknya udara disana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. All fields are required.