Tari Barong dan Keris

Hasil gambar untuk Tari Barong dan Keris

Salah satu Pementasan Tarian yang cukup populer di bali adalah pementasan Tari Barong dan keris. Tarian ini dapat Anda saksikan di berbagai tempat atau sanggar pementasan di Bali seperti, Desa Suwung, Desa Batu Bulan, Desa Celuk, Desa Ubud dan berbagai tempat lainnya.
Pementasan tari Barong biasanya dimulai saat pagi hari sekitar pukul 09.00 Wita, atau pukul 09.30 Wita yang berdurasi sekitar 1 jam.

Tari Barong dan keris ini bercerita tentang Pertarungan antara kebaikan dan kejahatan, yang diperankan oleh dua tokoh utama yaitu, RANGDA sebagai tokoh Jahat dan BARONG sebagai Tokoh baik. Yang pada akhir cerita kedua tokoh ini tidak ada yang kalah atau menang. Sehingga dalam kepercayaan masyarakat Bali, bahwa kejahatan dan kebaikan itu akan selalu berdampingan dalam setiap sendi sendi kehidupan masyarakat Bali.

Rangda
Menurut etimologinya, kata Rangda yang dikenal di Bali berasal dari Bahasa Jawa Kuno yaitu dari kata Randa yang berarti Janda. Namun dalam perkembangannya istilah Rangda untuk janda semakin jarang kita dengar, karena dikhawatirkan menimbulkan kesan tidak enak mengingat wujud Rangda yang ‘aeng’ (seram) dan menakutkan serta identik dengan orang yang mempunyai ilmu hitam (pengiwa), yang digambarkan sebagai seorang wanita dengan rambut panjang yang acak-acakan serta memiliki kuku-kuku panjang, lidah yang menjulur panjang, dan payudara yang panjang. Wajahnya menakutkan dan memiliki taring-taring yang panjang dan tajam.
Konon ceritanya, kemungkinan besar Rangda berasal dari ratu Mahendradatta yang hidup di pulau Jawa pada abad yang ke-11. Ia diasingkan oleh raja Dharmodayana karena dituduh melakukan perbuatan sihir terhadap permaisuri kedua raja tersebut. Menurut legenda ia membalas dendam dengan membunuh setengah kerajaan tersebut, yang kemudian menjadi miliknya serta milik putra Dharmodayana.
Dengan sifat dan sepak terjang itulah dalam beberapa cerita rakyat bali, Tokoh Rangda selalu dikenal sebagai tokoh Jahat, atau Kejahatan.

Barong
Barong merupakan karakter mithologi rakyat Bali yang digambarkan sebagai seekor Singa dan dipercaya sebagai Raja dari Roh – roh yang melambangkan kebaikan dan juga sebagai roh yang memberi perlindungan yang digerakkan oleh Roh Banas pati Rajah. Banas Pati Rajah adalah roh yang mendampingi seorang anak dalam hidupnya.
Maka dari itu kemudian dalam pementasan kesenian dan beberapa upacara masyarakat Bali, karakter Barong dipakai untuk menggambarkan tokoh baik, melambangkan kebaikan dan kebenaran.

Agar para penonton dapat memahami alur cerita dalam pementasan Tari Barong ini, penonton diberi rangkuman cerita yang ditulis dengan berbagai bahasa, mengingat banyak wisatawan mancanegara yang berasal dari negara yang berbeda – beda.
Untuk menyaksikan pementasan Tari Barong, wisatawan dikenakan biaya tiket sebesar Rp. 100.000/orang untuk dewasa, dan Rp.50.000 untuk anak usia 5-12 tahun.

Leave a Comment

Your email address will not be published. All fields are required.